Latest News

Cerita Humor islami, Siapa Yang Imam?

                                         



Shalat Zuhur berjamaah di masjid sudah selesai. Para jemaah pun pada pulang setelah wiridan dan doa sebentar. Akan tetapi ada empat orang remaja yang datang telat. Mereka itu adalah Agus, Toni, Yanto dan Adi. Akhirnya mereka berempat bersepakat untuk shalat berjamaah.

“Gus, kamu saja yang jadi imam. Hafalan surat kamu kan sudah agak banyak. Kamu sudah hafal sampai Al-kafirun. Kalau aku kan baru sampai Qulhu,” kata Adi.
“Iya, Gus. Kamu saja!” kata Toni dan Yanto serentak.
“Waduh, saya takut. Nanti kalau salah,bagaimana?” kata Agus ragu.
“Nggak apa-apa. Yang penting kita shalat berjamaah. Pahalanya kan lebih banyak,” sahut Toni.
“Ya sudah, baiklah,” Agus mengalah.

Keputusan pun sudah disepakati bahwa agus menjadi imam shalat Zuhur di siang itu. Dengan gayanya, Agus mengatur saf yang terdiri dari satu barisan saja, tiga orang.

“Allahu akbar...” shalat pun dimulai.
Di tengah-tengah shalat, salah seorang dari mereka kentut.
“Ton, kamu kentut ya? Kentut itu membatalkan shalat lho...!” kata Adi mengingatkan Toni.
“Hehehe... iya, kentut. Jadi, shalatku batal dong!” kata Toni.
“Ya iyalah..., sahut Adi.
“Lho, kamu juga batal, Di. Shalat itu nggak boleh ngomong. Kalau ngomong membatalkan shalat,” sergah Yanto.
“Oh iya, ya... saya lupa. Eh, tapi kamu kok ngomong juga? Shalatmu batal juga dong!” kata Adi.
“Aduh...lupa,” ucap Yanto.
“Hei.. kalian ini bagaimana? Shalat kok berisik, pada ngomong sendiri-sendiri. Mbok kayak saya ini lho, shalat dengan tenang,” kata Agus.

Dari kejauhan, seseorang memperhatikan shalat mereka. Dia pun tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha... kalian batal semua!” kata laki-laki yang memperhatikan mereka tadi sambil tertawa. “Coba, ulang lagi shalat kalian. Oh ya, Tonikan sudah kentut. Sana wudu lagi!”
Mereka menunggu Toni wudu. Setelah Toni selesai wudu dan sudah siap untuk melakukan shalat Zuhur berjamaah lagi, mereka pun kembali mengatur saf dan hendak memulai takbir.

“Allahu akbar...,” Agus memulai takbir shalat yang kemudian diikuti oleh ketiga jemaahnya.
Ketika sudah sampai rakaat ketiga, ternyata Agus lupa untuk sujud kedua. Setelah sujud pertama pada rakaat ketiga, Agus langsung berdiri untuk melanjutkan rakaat keempat. Berhubung salah, maka Yanto pun menegur dengan membaca tasbih.
Subhanallah...,” tegus Yanto.
Bukanya menghiraukan, Agus malah bingung bagian mana yang salah. Perasaannya, shalatnya itu benar dan tidak ada yang salah.
Subhanallah...,” Adi dan Toni pun juga mengucap tasbih.
Bingunglah Agus. Dia kemudian menengok ke belakang, “Emangnya ada yang salah ya?”
“Lho, kok malah nanya. Shalat kita batal lagi nih!” kata Toni.
“Aduh...,” keluh Yanto dan Adi.

Akhirnya, shalat mereka gagal lagi. Mereka pun mengulangi shalat dari awal. Ketika sudah sampai pada rakaat keempat dan tinggal mengucap salam sembari menoleh ke kanan dan ke kiri, lagi-lagi Agus bikin ulah.

Assalamu’alaikum warahmatullah...,” ucap Agus sambil menoleh ke kanan yang kemudian diikuti oleh ketiga makmumnya.
Waalaikum salam warahmatullah...,” ucap Agus sambil menleh kekiri.

Lho, kok salam sendiri dijawab sendiri?

UKMI-JNI (Merajut Ukhuwah Menuju Satu Jama'ah) Designed by Templateism.com Copyright © UKMI-JNI (Merajut Ukhuwah Menuju Satu Jama'ah). All rights reserved.

Diberdayakan oleh Blogger.