Latest News

Maaf Aku Harus Menjauhinya!



 
Ilustrasi, source, mirajnews.com

AKU mencintaimu bukan berarti aku harus menggenggam tanganku dengan erat, karena ini kelak akan menjadi saksi.
Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya jika kepalanya ditusuk jarum dari besi adalah masih lebih baik dari pada menyentuh pada perempuan yang bukan muhrimnya,” (HR Tabrani).
Aku mencintaimu bukan berarti aku harus menatap wajahmu dengan jelas, karena aku tahu ini akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.
Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya’,” (QS an-Nur: 30-31).
Aku mencintaimu bukan berarti aku harus mengungkapkan dengan kata-kata indah yang mampu melambungkan hatimu. Hingga kita terjerumus kepada perbuatan dosa (zina).
Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (QS Al-Israa': 32).
Tetapi, aku mencintaimu dengan cara yang berbeda. Dengan caraku yang mampu menjaga kita dari fitnah dan zina.
Aku mencintaimu dengan caraku. Disetiap sujudku selalu aku selipkan doa-doa untukmu. Aku mencintaimu dengan caraku. Aku mencintaimu bukan karena parasmu, bukan karena pakaian, bahkan hartamu, aku mencintamu karena Allah. Karena aku tahu hati ini milikNya, karena jiwa ini milikNya, karena rasa ini pun milikNya. Karena aku mencintaimu sehingga aku harus menjauhimu.
Aku mencintaimu maka aku menjauhimu, jangan kau sangka karena aku membencimu. Karena, cintaku ini adalah cinta sesungguhnya.

UKMI-JNI (Merajut Ukhuwah Menuju Satu Jama'ah) Designed by Templateism.com Copyright © UKMI-JNI (Merajut Ukhuwah Menuju Satu Jama'ah). All rights reserved.

Diberdayakan oleh Blogger.